Crime Story: Ada Mantan di Dalam Kardus Berdarah

Crime Story: Ada Mantan di Dalam Kardus Berdarah

togel hk  – Saya sangat mencintai 

sehingga saya membunuh 

Karena pihak dari keluarga

tidak menyetujui saya

saya mau bunuh diri 

Kalimat-kalimat itu ditulis di secarik kertas yang disobek sekenanya agar berbentuk segi empat. Ukurannya yang kecil hanya sanggup memuat tiga sampai empat kata saja per barisnya. Surat itu ditutup gambar hati dan nama penulisnya, Acai.

Si penulis tergeletak di dekat surat tadi. Acai yang bertubuh gempal dengan perut membuncit itu terkulai miring menghadap ke sebuah kaleng obat nyamuk semprot berwarna biru. Tak jauh dari punggungnya teronggok kardus yang dikelilingi darah yang mulai mengering.

Seperti itulah Acai ditemukan oleh Jefri, temannya. Kepada Jeni, ibunya Acai yang datang ke sana, Jefri bercerita Acai bertamu ke rumah sobatnya itu bersama seorang perempuan. Lalu ia pergi meninggalkan keduanya dan saat pulang mendapati ruang tengah di rumahnya sudah semrawut seperti itu.

Jeni mengabari orangtua perempuan yang datang bersama Acai soal petaka itu. Lalu mereka mengontak polisi agar datang ke rumah di Komplek Cemara Asri di Deliserdang, Medan itu.

“Satu orang berjenis kelamin wanita ditemukan sudah meninggal dunia, sedangkan yang laki-laki dalam kondisi pingsan,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan Komisaris Aris Wibowo usai timnya memeriksa rumah.

= === =

Acai dan Jefri punya banyak kesamaan. Usianya sebaya. Sama-sama warga Medan, walau rumahnya terpisah sekitar enam kilometer.

Kesamaan lainnya, mereka berdua jadi narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas I Tanjung Gusta Medan karena kasus kekerasan seksual terhadap anak. Akhirnya keduanya bertemu saat jadi teman satu sel di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas III Langkat.

Acai lebih dulu ada di Langkat itu, menjalani hukuman tujuh tahun penjara. Jefri menyusul ke sana membawa vonis penjara enam tahun plus enam bulan.

Jefri berurusan dengan hukum sebab memaksa seorang gadis di bawah umur tinggal di kamarnya selama sebulan. Sesekali ia membawanya juga ke pabrik roti milik orangtuanya di Pandai Hulu, Medan. Tindak cabulnya membuat anak itu hamil.

Bagaimana Jefri bisa tak ketahuan keluarganya? “Orangtua mengetahui dan membiarkan perbuatan cabul terhadap korban,” tulis Jaksa Irma Hasibuan dan Flowrin Harahap dalam tuntutannya terhadap Jefri pada Januari 2017.

Kembali ke Lapas Langkat, enam bulan setelah berbagi sel muncul kesamaan baru lagi. Acai dan Jefri dalam usia 22 tahun sama-sama bebas bersyarat pada pada 7 April 2020. Tak perlu sampai hukuman habis, mereka keluar berkat program asimilasi virus korona dari pemerintah.

Bebas dari jeruji, Acai akhirnya bisa apel ke rumah pacarnya. Perempuan berambut lurus dengan poni tergerai di dahi itu tinggal tak jauh dari rumahnya di Medan Tembung. Instagram menolong Acai dari dalam penjara bisa  berkenalan dengan Vina yang sehari-harinya bekerja di salon rias pengantin.

Nahas, baru kunjungan perdana, asmara yang mampu menembus tembok penjara itu langsung terbentur restu orangtua.

“Dia minta duit setiap bulan, kirim satu juta, nanti saya keluar dari lapas kita beli mobil baru,” kata ayah Vina menjelaskan perangai jelek Achai terhadap putrinya yang jadi tumpuan keluarga. “Sejak itu saya meminta Vina menjaga jarak.”

Putus, Vina meminta semua uangnya kembali. Acai mengiyakan.“Kamu datang ke sana, nanti saya kembalikan duitnya.”

Tempat yang ditunjuk Acai itu adalah rumah Jefri. Pada hari yang disepakati itu, 6 Mei selepas tengah hari, Acai membawa mantannya ke rumah berpagar besi coklat di Komplek Cemara Asri.

= === =

Pesanan taksi online dengan tarif Rp155 ribu menuju Lubuk Pakam itu dibatalkan. Kardus dibelit lakban hitam yang bakalan diangkut ke mobil malah ambrol saat didorong. Darah pun menggenang.

Kardus berdarah itu berisi tubuh perempuan berusia 21 tahun. Ia dibakar, dimutilasi, lalu dijejalkan ke sana. Dia tewas setelah sekuat tenaga menolak permintaan bejat Jefri.

Gadis bertubuh ramping itu tentulah bukan lawan Jefri yang badannya lebih berisi. Ia tak kuasa menghalangi lagi niatan Jefri usai kepalanya dibenturkan ke dinding kamar mandi. Senja itu, Vina tidak pernah punya kesempatan lagi untuk sadarkan diri karena serangan bertubi-tubi Jefri telah membunuhnya.

Tak lagi berniat membuang jenazah, Jefri mulai memikirkan cerita baru kematian Vina agar ia bisa lolos dari jeratan penegak hukum. Ide yang lahir di benak Jefri itu diamini ibunya, Sufen. Jika dulu sang ibu menutup mata saat putranya menyekap anak orang, kali ini Sufen kembali menolomg putranya.

Jefri dan Sufen sukses menekan Acai agar manut dengan skenario yang mereka rancang. Seperti Romeo yang cintanya tak disetujui dan mati menenggak racun, begitulah nasib Acai. Takut kepada bekas teman sepenjaranya itu, Acai mengikuti siasat Jefri.

Tapi kisah karangan Jefri dan Sufen ini tak berhasil memperdaya penyelidik. Barang bukti yang terserak di rumah itu menceritakan sebuah rencana menghilangkan jasad korban, bukan aksi bunuh diri yang sembrono.

Polisi melihat upaya bunuh diri Acai tak sejalan dengan cairan kimia yang disiapkan: dua kaleng aerosol racun serangga dan dua kaleng aeorosol pengharum ruangan. “Tidak mungkin dengan cairan sebanyak itu,” kata Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Jhonny Edison Isir.

Kecurigaan dibawa ke meja interogasi. Ditambah pemeriksaan terhadap Acai yang siuman, membuat semuanya benderang. Lantas lewat prarekonstruksi peran ketiganya terungkap sehingga polisi menetapkan Jefri jadi tersangka utama pembunuhan Vina.

Sufen disangkakan membantu upaya menghilangkan jasad dan turut membujuk Acai. Polisi juga menahan Acai yang dianggap berperan membeli dua botol bensin buat membakar jasad.

Mendengar lika-liku pembunuham itu, keluarga Vina minta hakim nantinya menjatuhkan hukuman setimpal saat mengetuk palu vonis. “Kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata Hadi Yanto, kuasa hukum keluarga Vina.